Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

List Buku #1

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu on Monday, 18 November 2013

1. Tentang Kami Para Penghuni Sorter--cerpen--KKL Publishing--Rp15.000
2. WISATA BUANG CINTA--cerpen--Dadang Ari Murtono--KKL Publishing--Rp33.000
3. LENGAN LIRANG--Puisi--Akhmad Fatoni--KKL Publishing--Rp.30.000

TENTANG KAMI PARA PENGHUNI SORTER

WISATA BUANG CINTA

LENGAN LIRANG

More about List Buku #1

Cerita tentang CV Kupu-kupu Lucu

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu on Saturday, 20 July 2013

Oleh: Akhmad Fatoni*

Cerita kali ini perihal pengurusan badan hukum untuk  KKL. Cerita ini adalah cerita ketiga, tentunya Anda sudah membaca toh cerita pertama dan cerita keduanya. Baiklah, untuk cerita ketiga berikut ceritanya.
Semenjak tekad saya semakin membulat. Saya terus berjalan, entah itu jalannya kelak membawakan hasil atau tidak saya tidak memedulikan. Sebab saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan keringat hambanya mengucur sia-sia. Yah, berawal dari keyakinan itulah akhirnya saya mendatangi kantor notaris. Saya menunggu hampir 4 hari, pengajuan itu juga belum ada kabar. Konon setelah saya bertanya kepada asisten notarisnya, orang yang saya serahi berkas untuk BH (jangan berpikir yang lain loh, BH yang saya maksud di sini yakni Badan Hukum), bilang kalau memang beberapa hari ini Bu Bos tidak ke kantor. Saya bahkan diberi kontak bu bosnya agar konsultasi sendiri, ah, tapi saya bilang, "Ndak, Mbak, saya tunggu saja."

Ketika, saya sedang asik tidur, tiba-tiba asisten notaris itu telp, bilang kalau bu bos di kantor. Tanpa babibu, saya langsung berangkat. Bukan berangkat ke kantor loh ya, tapi berangkat ke kamar mandi. Saya tidak sarapan, sebab ini bulan puasa (2013). Sesuai berdandan ala kadarnya, saya langsung menuju kantor notaris yang kebetulan juga di Mojosari, satu kota dengan saya. 

Diskusi dan sharing perihal bisnis dan juga tentang usaha yang ingin saya jalankan akhirnya kelar. Bukan kelar pada penyelesaian, tapi kelar pada masalah yang memusingkan saya. Bagaimana tidak, nama Kupu-kupu Lucu tidak diijinkan menjadi CV, dengan alasan ndak serius atau main-main. Hah? Ndak serius dan main-main, sungguh saya tak pernah berpikir semacam itu. Saya membuat nama ini 6 tahun silam, bukan tanpa alasan. Ini semua punya alasan dan filosofi tersendiri. 

Diskusi antara saya dan notaris itu tidak menemukan titik temu, akhirnya saya pamit pulang untuk menjemput asisten saya. Sebab nanti butuh untuk penandatanganan Akta CV. Lah, setelah saya menjemput asisten saya, saya tidak langsung segera kembali ke kantor notaris, tetapi saya salat Duhur dulu. Saya menenangkan diri. 

Akta CV Kupu-kupu Lucu
Seusai salat, akhirnya saya menemukan sebuah pencerahan. Saya akhirnya memutuskan berangkat menuju kantor notaris. Saya menjelaskan beberapa alasan saya untuk tetap tidak mengganti nama CV saya dengan nama lain. Saya harus tetap memperjuangkan nama Kupu-kupu Lucu (KKL). Saya menjelaskan bahwa nama ini sudah menerbitkan 6 buku. Hal itu tidak memungkinkan saya untuk mengganti nama tersebut karena nanti berkenaan dengan urusan ISBN dan juga masa depan yang tetap mempertahankan sejarah. 

Melihat kegetolan saya mempertahankan nama KKL dengan beberapa dalih yang mungkin tidak terbantah, akhirnya beliau memutuskan mengambil HP. Ia menelpon seorang rekan kerjanya. Ia bercerita, perihal nama KKL yang saya ajukan untuk menjadi CV. Nampaknya obrolan itu membawa pencerahan, sehingga nama Kupu-kupu Lucu (KKL) pun diloloskan menjadi sebuah CV. Yah, akhirnya tepat pada tanggal 16 Juli 2013, KKL telah memiliki BH berupa perseroan komanditer CV Kupu-kupu Lucu (KKL).

*Akhmad Fatoni, Direktur Kupu-kupu Lucu (KKL).
More about Cerita tentang CV Kupu-kupu Lucu

Mimbi Bayang Jingga--Sanie B. Kuncoro--Bentang--Kumpulan Cerita

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu on Friday, 12 July 2013

Mimbi Bayang Jingga
Sanie B. Kuncoro
Bentang
Rp34.000


Mimpi Bayang Jingga
Kumpulan Cerita
Sanie B. Kuncoro
Membaca cerita dalam buku ini, tak terasa, tiba-tiba sampai di halaman belakang. Sungguh, cerita yang membuat pembaca masuk dan mengalami apa yang dirasakan para tokohnya. Cerita yang cerdas dan memukau, membuat saya berkaca-kaca saat membacanya.
--Akhmad Fatoni, Pecinta Buku tinggal di Mojokerto. 





Impianku, seorang Jingga, hanya sederhana. Memiliki sebuah rumah di tepi pantai berkarang dengan jajaran pohon kelapa dan palem. Lalu, aku membuat sebuah kafe, lengkap dengan perpustakaan di teras. Di situ, aku akan menerima para petualang dari segala penjuru bumi, yang datang dan pergi serta membawa cerita yang menggugah hati.

Akan tetapi, ketika satu permintaannya itu harus kupenuhi, hatiku berontak. Adakah cinta yang nyata di dunia ini?


More about Mimbi Bayang Jingga--Sanie B. Kuncoro--Bentang--Kumpulan Cerita

Menjual Buku sama dengan Mengajarkan Ilmu

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu

Oleh: Akhmad Fatoni

Hallo sahabat KKL, ini cerita kedua yang saya tulis mengenai KKL. Cerita kedua ini mengenai jatuh-bangun berjualan buku, sedangkan yang pertama Sebuah Cerita tentang Mimpi. Baiklah, berikut ceritanya:

Sudah hampir 2 minggu saya membuat ruang tamu saya menjadi lapak. Memang di sana tidak banyak buku yang dijual, namun jika Anda berkunjung pasti menemukan novel, biografi, cerpen, dll. Pasang surut niat ini untuk melanjutkan usaha jualan buku. Ah, tapi karena kecintaan saya terhadap buku, maka saya selalu punya cara untuk menyikapinya yakni membuat reviem atau cerita tentang buku-buku yang saya jual.

Mengapa begitu? Hal itu tiba-tiba tercenung dalam pikiran saya ketika saya duduk manis sambil membaca buku di teras rumah. "Usaha itu tidak melulu soal uang, tapi harus diimbangi dengan beramal sebagai wujud sosial atau kemanusiaan." Celuk saya dalam hati. Ah, lantas wujud sosial apa yang harus saya lakukan?

Lama saya terdiam. Saya hanya utek-utek laptop. Lalu online, yah, akhirnya ketemu jawabnya. Saya harus beramal dengan memberi info tentang buku-buku apa yang saya jual, sehingga orang yang akan membeli buku tidak menyesal atas buku yang dibeli, melainkan bangga. Menjual buku sama dengan mengajarkan ilmu, itulah yang saya terapkan. Ilmu semakin disebarkan bukan semakin habis, melainkan semakin berkembang dan bertambah banyak.

Lah kalau buku bagaimana? Jika kita memberitahukan buku itu kepada calon pelanggan. Memang ada resiko orang tidak beli akan tetapi hanya membaca. Tapi bagi mereka yang "cinta" dengan buku, maka akan melilih toko buku yang memberi fasilitas semacam itu. Otomatis, jika pecinta buku sudah bersikap seperti  niscaya mereka akan merekomendasikan tempat kita kepada orang terdekatnya, sanak famili, kenalan, dsb. Begitulah, maka dari itu. Sejak hari ini, saya akan selalu membuat review tentang buku-buku yang saya jual di Toko Buku Kupu-kupu Lucu.***
More about Menjual Buku sama dengan Mengajarkan Ilmu

FREEFALL (Menantang Maut di Pusat Bumi)--Novel Terjemahan: Fantasi--Roderick Gordon&Brian Williams

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu

FREEFALL
(Menantang Maut di Pusat Bumi)
Roderick Gordon&Brian Wiliam
Rp79.500
Rp38.000

FREEFALL:
Menantang Maut di Pusat Bumi

"Kisah fantastik....sungguh hebat, mengasyikkan!"
--The Guardian







Will terjatuh semakin dalam ke dunia bawah tanah. Sepertinya, itulah akhir riwayatnya. Namun, ternyata itu semua hanyalah awal dari petualangan yang lebih mendebarkan!

Di tengah keputusasaan mendengar kabar kematian ayahnya, Will harus berhadapan dengan laba-laba karnivora raksasa, makhluk Bright yang mematikan, dan si kembar Rebecca. Belum lagi, ada ancaman virus Dominion, yang akan digunakan Styx untuk memusnahkan penduduk di atas permukaan bumi dan menguasai dunia.

Mampukah Will menggagalkan rencana Styx? Benarkah ayahnya sudah tiada? Nasib dunia ada di tangan Will!


More about FREEFALL (Menantang Maut di Pusat Bumi)--Novel Terjemahan: Fantasi--Roderick Gordon&Brian Williams

Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang-Biografi Dahlan Iskan-B-First

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu on Thursday, 11 July 2013

Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang
Biografi Dahlan Iskan
B-First
Rp39.500

Kisah Inspiratif Dahlan Iskan: Gaya Wartawan Mengelolah Kelistrikan
Editor: Ishadi S. K.
Pengantar: Jakob Oetama 

INDONESIA
Habis Gelap Terbitlah Terang
Biografi Dahlan Iskan
Seorang lulusan Pesantren Sabilil Muttaqien di Magetan menjadi wartawan pertama yang diangkat sebagai direktur utama BUMN oleh Presiden?

Dialah Dahlan Iskan!
Sosok Man of Action. Usai dilantik sebagai direktur utama PLN, lewat program 1 Juta Sambungan dalam 1 Hari, permasalahan listrik selama 65 tahun berhasil dipecahkan hanya dalam satu tahun kepemimpinan.

Sosok sederhana dengan ide cemerlang. Prinsip hidup--fokus; mengandalkan pengalaman, intuisi, dan feeling--membawanya pada konsep pengalihan pemakaian BBM ke gas, yang berarti efisieansi pengeluaran negara.

Sosok progresif sekaligus nyeleneh.  Si Raja Koran dari Surabaya--yang memiliki 190 koran lokal dan 34 televisi lokal, percetakan, bisnis listrik dan perkebunan--itu, berinisiatif menandatangani pernyataan untuk meninggalkan semua bisnisnya demi fokus pada PLN. Bahkan, tanpa pernah menjelaskan alasannya, dia tidak pernah mengambil gaji dan fasilitas lainnya sebagai direktur utama PLN.

More about Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang-Biografi Dahlan Iskan-B-First

Rectoverso--Kumpulan Cerita Dewi Lestari--Bentang

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu

Rectoverso
Kumpulan Cerita Dewi Lestari
Bentang
Rp69.000

Rectoverso
Dewi "Dee" Lestari

"Rectoverso adalah lompatan dari buku-buku Dee sebelumnya. Karya ini membuat kita menghargai, menghormati, dan menikmati dunia personal."
--Seno Gumira Ajidarma
"Bagi saya, cerita-cerita ini karya Dee yang terbaik: matang tetapi tetap dengan rasa yang murni, sederhana tetapi menampilkan apa yang luar biasa dari permukaan yang biasa."
--Goenawan Muhammad 
 
Dewi "Dee" Lestari, kali ini hadir dengan mahakarya unik dan pertama di Indonesia. Rectoverso merupakan hibdrida dari fiksi dan musik. Terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri, tetapi sesungguhnya merupakan satu-kesatuan.

Inilah cermin dari dua dunia Dee yang ia ekspresikan dalam napas kreativitas tunggal bertajuk Rectoverso. Dengar fiksinya, baca musiknya. Lengkapi penghayatan Anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.
More about Rectoverso--Kumpulan Cerita Dewi Lestari--Bentang

Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti--Kumpulan Cerita Sapardi Djoko Damono--Bentang

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu

Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti
Sapardi Djoko Damono
Bentang Pustaka
Rp49.000


Malam Wabah
dan Pada Suatu Hari Nanti

kumpulan cerita
Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono, siapa yang tak mengenal sastrawan satu ini. Sastrawan yang memberi banyak sumbangsih pada dunia kesusastraan Indonesia.  Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti karyanya yang terbaru, segeralah lengkapi koleksi Anda sebelum kehabisan. Buku ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka.
More about Malam Wabah dan Pada Suatu Hari Nanti--Kumpulan Cerita Sapardi Djoko Damono--Bentang

Ma Yan, novel karya Sanie B. Kuncoro diterbitkan Bentang

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu

Ma Yan
Sanie B. Kuncoro
Bentang
Rp38.000

Perjuangan  dan mimpi gadis kecil miskis di pedalaman China untuk meraih pendidikan

Ma Yan,
Novel Sanie B. Kuncoro
Pena itu sangat istimewa. Dengan pena itu, dia akan bisa mencatat lebih baik. Pena itu pasti bisa membantunya dalam belajar. Namun, untuk memilikinya. Ma Yan menderita begitu rupa. Harganya yang 2 yuan mungkin tidak berarti apa-apa bagi kawan-kawannya. Tetapi, bagi Ma Yan, itu sama artinya dengan menahan lapar selama berminggu-minggu.

Ma Yan bukan dari keluarga kaya. Dia berasal dari wilayah yang sangat miskin, yang bahkan saking miskinnya, beberapa keluarga hanya berpenghasilan 120 yuan atau sekitar 15 dolar setahun. Seharusnya pula ia tidak bersekolah seperti umumnya anak perempuan keluarga miskin di sana. Namun, tekadnya sangat kuat. Begitu kuat hingga menyentuh perasaan sang ibu. Dan, dengan segenap daya, diulurkanlah tangannya menggiring sang putri menantang nasib.

Ma Yan diangkat dari kisah nyata, bertutur tentang tekad dan harapan yang kuat dari seorang gadis kecil di pedalaman China. Sarat semangat dan inspirasi, buku ini dipersembahkan kepada para pejuang mimpi.


More about Ma Yan, novel karya Sanie B. Kuncoro diterbitkan Bentang

Sebuah Cerita Tentang Mimpi

Posted by Toko Buku Kupu-kupu Lucu on Saturday, 6 July 2013

Oleh: Akhmad Fatoni

Kisah inilah yang membuat toko buku Kupu-kupu Lucu ini didirikan. Kisah yang mungkin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ceritanya:

Saya jatuh cinta dengan buku sejak duduk di bangku SMP. Hiduplah yang membuat saya mencintai buku. Dulu saya sempat sedih, kenapa dilahirkan tidak dalam kondisi keluarga yang ekonominya berkecukupan. Tapi, sekarang saya baru merasakan, inilah keindahan karena saya dilahirkan dari keluarga yang ekonominya pas-pasan, bahkan kurang. 

Logo
Dulu, uang saku saya itu hanya cukup untuk berangkat sekolah. Pulangnya saya selalu menanti tebengan. Entah itu menunggu sopir mobil pick up atau truk yang berbaik hati ataupun pengendara motor yang tidak tergesa-gesa dan kasihan melihat saya duduk di pinggir jalan. Jadi, uang saku saya itu tak pernah ada sisa untuk jajan. Saya baru bisa jajan di sekolah ketika waktu berangkat ada yang berbaik hati memberi tumpangan. Itu pun jarang sekali.

Lah, dari situlah kisah cinta saya dengan buku dimulai. Setiap bel istirahat berbunyi, bel yang dinanti seluruh siswa untuk istirahat dan jajan di kantin, saya selalu kesal. Sebab, ketika teman-teman pada berlari menuju kantin saya hanya bisa duduk manis di dalam kelas. Sendiri. Sungguh sangat tidak menyenangkan. Pada suatu ketika, saya ditegus seorang teman perempuan. "Lho kok ndak jajan?" Pertanyaan itu menusuk sekali. Saya hanya tersenyum kepadanya. 

Ia bingung melihat saya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya. Teman saya itu, datang ke kelas sebelum bel istirahat berbunyi, kurang 5 menit. Ia masuk kelas dengan membawa buku dan beberapa makanan ringan. Saya hanya bisa melihat saja, mau minta juga malu. Ah, alhamdulillah ternyata ia anak yang royal. Ia membagikan makanan ringannya, lalu ia bercerita kalau habis pinjam buku di perpus. Ia sangat antusias menceritakan isi bukunya. Teman saya itu nampaknya pencerita yang baik, ia mampu membuat saya menarik buku yang dipinjam untuk saya baca sinopsis di sampul belakangnya. "Wah, romantis sepertinya. Nanti pinjam ya?"

Sejak saat itulah, setiap bel berbunyi saya selalu menuju perpus. Saya menghabiskan waktu istirahat di perpus. Saking seringnya ke perpus, penjaga perpus sampai hapal dengan. Menurut si penjaga perpus, saya ini anak yang lain dengan yang lain. Sebab jarang anak yang membaca di perpus. Biasanya selalu pinjam buku, lalu ke kantin. Namun, saya hanya diam saja kala itu. Sekali lagi, saya hanya menjawab dengan senyum. Sebenarnya, saya juga ingin pinjam buku, tapi untuk bisa meminjam harus membayar admintrasi dulu. Wah, mana punya uang. Terpaksa saya membaca buku di perpus saja.

Aktivitas seperti itu sampai saya SMA. Tapi, ada sedikit perubahan. Di SMA saya masih bisa sesekali jajan di warung. Jajan tidak karena uang sendiri, melainkan ditraktir teman-teman. Ditraktir karena mengerjakan tugas karang-mengarang yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia. Yah, inilah manfaat yang saya petik sebab sejak SMP selalu bergaul dengan buku. Rasanya, bacaan yang saya lahap itu membuat saya tergelitik untuk ikut menuliskan hal yang sama. 

Kemampuan menulis saya itulah yang dimanfaatkan teman-teman saya untuk membantu mengerjakan tugas sekolah. Saya selalu siap membantu membuatkan puisi, cerpen, ataupun esai. Tapi saya sudah berani menarget, target saya itulah yang membuat saya bisa jajan. Bila dalam sehari, ada beberapa teman yang minta dibuatkan tugas. Tentunya saya tidak akan minta ditraktir hari itu juga, saya mengatur jadwal biar saya tiap hari bisa jajan. Kadang, saya juga meminta diganti dengan uang. Begitulah.

Kecintaan itu, hanya sebatas cinta. Tidak lebih. Saya menulis untuk diri sendiri dan sesekali membantu teman, bukan berarti saya takut nanti patah hati dan terpaksa datang ke tempat Wisata Buang Cinta. Akan tetapi semua itu dikarenakan tidak tahu-menahu soal dibawa mana hobi saya menulis itu. Berawal dari ketidaktahuan yang kurang mengenakkan itu, akhirnya saya membentuk Komunitas Arek Japan. Komunitas itu saya bentuk  karena saya tidak mau orang yang suka menulis merasa tidak tahu harus dibawa ke mana hobi itu. Sedangkan,  untuk hobi menulis saya meluangkan dan menulisnya di Sastramaya.

Dunia saya baru berubah ketika saya masuk kuliah. Kuliah juga karena teman-teman. Bagaimana tidak, wong formulir pendaftaran saja yang membelikan teman-teman. Namun, saya juga merasa tidak enak, teman-teman yang membelikan saya formulir itu malah tidak ada yang diterima di perguruan tinggi. Saya yang tidak niat malah diterima. Wallahualam.

Saya kuliah mengambil jurusan sastra Indonesia. Jurusan inilah yang membuat saya akhirnya berkenalan dengan seni. Saya akhirnya tahu, ternyata tulisan itu bisa menghasilkan uang. Menghasilkan uang karena dikirim ke koran atau majalah. Begitulah, saya tetap rutin ke perpus dan juga menulis. Sesekali tulisan dimuat. Bila dimuat, separuh honornya untuk beli buku, separuhnya lagi untuk kebutuhan. 

Begitulah awalnya kecintaan saya dengan buku. Kecintaan itulah yang membuat saya akhirnya berjualan buku, online. Sebenarnya, saya berjualan buku sudah sejak 2010 lalu. Tapi saya hanya jualan secara online dan juga menggelar bila ada acara bedah buku atau pertunjukan teater. Tahun lalu, saya sudah berkeinginan untuk mengontrak tempat tapi harga kontrakan sangat mahal. Saya tak ada uang. Pupuslah sudah harapan itu. 

Mimpi itu kembali muncul ketika saya pergi ke sebuah toko buku. Ada orang di sebelah saya tiba-tibahumming, "Mana bisa tenang memilih buku, kalau bising seperti ini." Lah, perkataan orang itulah yang membuat saya tahun ini memberanikan diri untuk membuka buku di rumah. Di desa. Jauh dari keramaian. Hal itu terinspirasi dari kekecawaan orang yang ada di sebelah saya itu. 

Awalnya saya juga ragu, apakah laku? Mau promosi malu. Malu karena stok bukunya tidak banyak kok sudah gembar-gembor. Namun, dari kekurangan itulah yang membuat saya memiliki strategi baru. Strategi yang tidak banyak dimiliki toko buku pada umumnya. "TOKO BUKU KUPU-KUPU LUCU MEMBERI ANDA TEMPAT NYAMAN BERBELANJA BUKU, JUGA CARA MUDAH BELANJA BUKU DENGAN MENGHEMAT WAKTU DAN ENERGI." Strategi itulah yang membuat saya yakin. Saya memberi tempat yang nyaman, saya mengantarkan pesanan. Anda tinggal pesan. Tanpa harus lelah dan meluangkan waktu untuk pergi ke toko buku. Jika Anda puas dengan kinerja kami, maka kabarkanlah pada teman, kerabat, saudara, atau kekasih Anda tentang pelayanan kami.

Yah, Akhirnya mau tidak mau, karena mimpi itu terlanjur amat besar. Saya berani mempromiskannya di media online ini. Promosi toko buku yang tidak banyak stok bukunya. Jadi, jika sekarang Anda berkunjung ke tempat kami. Mungkin tak ada rak-rak besar di tempat kami. Namun, Anda bisa menikmati beberapa buku kami dengan meminum kopi sambil memilih buku mana yang akan dibeli. Begitulah, mimpi itu akan saya mulai hari ini. Silakan pesan buku yang ingin Anda beli pada kami, kami akan mencarikannya. ***

Mojokerto, 25 Juni 2013
More about Sebuah Cerita Tentang Mimpi